Pinangki Sirna Malasari Diduga Berbelit dan Mengelak, Boyamin Saiman: Layak Dipecat

BERTEMU BURON: Seorang oknum Jaksa perempuan bersama Anita Kolopaking dan seorang laki-laki yang diduga Djoko Soegiarto Tjandra bertemu di luar negeri. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mencopot jaksa Pinangki Sirna Malasari dari jabatan Kasubag Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Kejaksaan Agung. Sanksi itu dijatuhkan lantaran sempat bertemu dengan buronan kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan, sanksi tersebut belum cukup. Semestinya sanksi pemberhentian dengan tidak hormat dari Pegawai Negeri Sipil Kejagung dan dikeluarkan dari lembaga Kejaksaan.

“Pinangki selama pemeriksaan diduga berbelit, mengelak, dan tidak mengakui perbuatan serta melakukan upaya perlawanan balik terhadap pemeriksa Kejagung. Semestinya hal ini menjadi faktor Pemberatan sehingga layak sanksi pencopotan dengan tidak hormat,” kata Boyamin dalam keterangannya, Kamis (30/7).

Boyamin menduga, terdapat dugaan bukti yang cukup berupa pengakuan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking yang telah jujur mengakui bersama sama Pinangki bertemu Djoko Tjandra di Malaysia. Menurutnya, keterangan Anita Kolopaking semestinya sudah cukup kuat untuk dasar pencopotan dengan tidak hormat.

Sebab sanksi pencopotan jabatan terhadap Pinangki hanya didasarkan pada sembilan kali pergi keluar negeri tanpa izin atasan. tidak juga menyangkut terkait dugaan bertemu Djoko Tjandra di Malaysia. Menurutnya, Kejagung berdalih belum memeriksa Djoko Tjandra untuk mengabaikan dugaan pertemuan Pinangki dengan Djoko Tjandra, sehingga Kejagung beralasan belum bisa menjadikan sebagai fakta dan bukti dalam hasil pemeriksaan.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar