Sejarah Jemaah An-Nadzir, Pernah Disangka Aliran Sesat hingga Dugaan Terorisme

Jemaah An-Nadzir

FAJAR.CO.ID, GOWA — Mungkin seluruh masyarakat Kabupaten Gowa sudah tak asing dengan kelompok Muslim satu ini. Mereka adalah Jemaah An-Nadzir.

Pada awal keberadaannya, mereka sempat menjadi tanda tanya. Warga sekitar khawatir, jemaah tersebut akan menyebarkan ajaran sesat hingga aksi terorisme.

Namun, seluruh dugaan itu kini telah sirna. Jemaah yang identik dengan pakaian serba hitam dan berambut pirang bagi laki-laki ini, kini telah berbaur dengan warga lain.

Awal mulanya, mereka membuat permukiman sendiri di Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Hingga pada akhirnya diterima oleh masyarakat sekitar.

“Jemaah ini terbentuk sejak tahun 2000-an. Waktu itu hanya ada sekitar tujuh Kepala Keluarga (KK),” kata pemimpin Jemaah An Nadzir, Ustaz M Samiruddin Pademmui, Kamis (30/7/2020).

Saat itu, jemaah ini masih di bawah kepemimpinan Abah Syamsuri Abdul Madjid. Pendiri An Nadzir ini wafat pada tahun 2005.

Setahun kemudian, jumlah jemaah di sana mulai bertambah. Berawal dari tujuh KK, meningkat menjadi 60 KK pada tahun 2006.

Pemimpin dan jemaahnya saat itu membeli lahan di kelurahan itu sedikit demi sedikit. Kini sudah ada seluas lima hektare yang mereka tempati saat ini. Tanah itu pun kini dibagi untuk lahan pertanian.

“Sampai sekarang ada sekitar 5 hektare luas tanah yang kami miliki. Dijadikan permukiman sekitar dua hektare, pertanian sekitar 2,5 hektar. Selebihnya untuk masjid, sarana pendidikan, pertokoan dan lainnya,” tambah Ustaz Samir, pria berjanggut panjang itu.

Komentar

Loading...