Skenario Dilan Antisipasi PKS Lepas, Amankan Rekomendasi Hanura

Syamsu Rizal saat menerima rekomendasi Hanura. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) bisa bernafas lega. Kepastian Hanura bergabung dalam koalisi mereka dinilai langkah tepat mengantisipasi jika PKS out.

Pengamat Politik Unhas, Adi Suryadi Culla mengatakan, paket Dilan memang harus bersiap dengan segala kemungkinan. Apalagi, mulai ada tanda-tanda PKS berusaha direbut kontestan lainnya.

Dengan mengamankan Hanura yang memiliki tiga kursi di DPRD Makassar menurut Adi adalah cara menjaga peluang berkontestasi. Menurut Adi, ini bisa menjadi semacam penyelamat saat ada situasi yang bisa merusak rencana awal.

“Jadi kalau ada yang keluar dari koalisinya seperti PKS, maka masih ada pijakan,” sebut Adi, Rabu, 29 Juli.

Bahkan, kata Adi, semua kandidat tentu akan menempuh langkah antisipasi seperti yang dilakukan pasangan Dilan. Sebab, tidak ada yang bisa menggaransi dukungan dalam bentuk surat tugas tidak berubah.

“Saya harus katakan, kondisi dukungan setiap kandidat sekarang masih sangat rawan berubah,” jelasnya.

Sementara itu, bakal calon Wakil Wali Kota Makassar, Fadli Ananda mengaku, upaya menjaga koalisi tetap berjalan. Dukungan Hanura, sebutnya, memberikan tambahan kekuatan. Fadli pun yakin, PKS masih satu barisan dengan PDIP, PKB, dan Hanura. Dia pun menanggapi santai isu PKS digoda Irman Yasin Limpo (None).

“Namanya juga dinamika politik. Insya Allah pertengahan Agustus kita sudah bisa finalkan siapa partai pengusung kita. Termasuk PKS,” tegasnya.

Adapun, Ketua DPC Hanura Makassar, Muhammad Yunus HJ mengatakan, apapun langkah atau keputusan DPP akan diterima.

“Kita ikut saja apa keputusan DPP. Kita sebagai kader akan total memperjuangkan calon yang diusung,”ujarnya, malam tadi.

Kata Yunus, kontestasi di Pilwalkot Makassar berjalan dinamis. Ambisi para kandidat meraih usungan dari partai memaksa mereka meski memperkuat koneksi di DPP. Hal itu pula yang membuat Hanura Makassar memilih kalem. Sebab Yunus yakin keputusan di tingkat DPP telah dipertimbangkan dengan matang.

“Bicara peluang figur (Dilan) ini cukup kuat. Terlebih posisi Deng Ical (Syamsu Rizal) bisa dikatakan sebagai petahana dengan kapasitasnya sebagai eks Wakil Wali Kota Makassar,” ucap dia.

Dia juga menegaskan, dukungan ke Dilan sebenarnya sudah dibahas beberapa waktu lalu. Namun, rencananya pasca Iduladha baru akan diumumkan. Namun, ternyata lebih cepat dari rencana semula.

Dengan dukungan Hanura, Dilan sudah punya kekuatan 15 kursi di DPRD. Masing-masing PDIP (6 kursi), Hanura (3 kursi), PKB (1 kursi), dan PKS (5 kursi). Jika PKS keluar, Dilan tetap bisa maju dengan diusung 10 kursi di parlemen. (ard/arm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...