Terungkap, Ini Alasan Jemaah An-Nadzir Kerap Berpakaian Hitam dan Berambut Pirang

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, GOWA — Jemaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa punya ciri khas dengan rambut pirang, pakaian serba hitam, dan serban yang juga berwarna hitam.

Namun, bagi kelompok jemaah ini hal tersebut bukan berarti beda dengan umat Islam lainnya.

Pemimpin An-Nadzir, Ustaz M Samir Pademmui, mengatakan, pakaian warna hitam yang kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari bukanlah kewajiban bagi para jemaah.

“Itu memang salah satu ciri khusus dari jemaah kami. Meski pun dominan warna hitam, tetapi bukan berarti tidak memakai warna yang lain,” ujarnya, Kamis (30/7/2020).

Tak hanya bagi orang dewasa, anak-anak pun tampak sudah terbiasa menggunakan pakaian dan serban yang berwarna hitam.

Terkait rambut pirang, Ustaz Samir justru menganggap itu adalah ajaran dalam nabi sejak dulu. Tak heran jika semua jemaah laki-laki berambut warna kuning.

“Sesungguhnya itu adalah bagian dari sunah Nabi Saw. Rasulullah suka mewarnai rambutnya dengan beberapa warna yang biasa dipakai. Salah satunya warna pirang,” pungkasnya.

Dalam pemahaman yang mereka pegang, pewarnaan rambut adalah anjuran dari utusan Allah sejak zaman nabi.

“Bahkan beliau menganjurkan kepada umatnya yang sudah beruban. Namun beliau melarang mewarnai rambut yang beruban dengan warna hitam. Rambut Nabi Saw itu panjangnya sebahu,” tegasnya.

Hingga kini, sudah ada sekitar 80 kepala keluarga yang terdiri dari 400 jiwa jemaah An-Nadzir dan masih menetap di Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa sejak tahun 2000-an silam.

Komentar

Loading...