Skenario Malam Takbiran Akhiri Pelarian Djoko, Aktivis 98: Uang Hasil Korupsimu Mengalir ke Mana Saja Ko!

Anggota Bareskrim Mabes Polri mengawal tersangka tersangka korupsi, Djoko Tjandra selama kedatangannya di bandara Jakarta, Kamis (30/7) malam, setelah ditangkap di Malaysia dalam pelariannya yang menyebabkan beberapa jenderal polisi diberhentikan karena keterlibatan mereka. (FOTO:DASRIL ROSZANDI/AFP)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Drama penangkapan Tjan Kok Hui atau yang lebih dikenal Djoko Tjandra tentu tidak akan berhenti sampai di sini. Terlebih sudah ada pesan langsung dari Presiden Joko Widodo untuk menuntaskan skandal ini sampai akar-akarnya. Seru!

Ya, tentu tidak hanya jenderal yang ditengarai telah menerima aliran ”uang haram” dari pengusaha kelahiran Sanggau 27 Agustus 1950. Tapi orang-orang di korps Adhiyaksa pun ketar-ketir. Ini setelah Pinanki Sirna Malasari oknum jaksa terseret dalam kubangan skandal yang mencuat.

”Pesan Presiden bukan pesan sembarangan. Itu diakui Kabareskrim. Ini saatnya Polri bisa membuktikan langkahnya. Kita tunggu apakah ini tuntas. Selamat untuk Bareskrim, tugas belum tuntas,” terang Aktivis 98 Maruly Hendra Utama.

Soal Pinanki, sambung Maruly, diduga tidak sendiri. Ada beberapa orang yang disinyalir juga menjadi penghubung buronan yang baru saja tertangkap.

”Lalu siapa saja pejabat penting di korps Adhyaksa itu? Kita tidak lantas menuduh. Tapi Kejagung Burhanuddin mungkin sudah memgang nama-nama itu. Tinggal actionnya saja kita tunggu,” timpalnya.

Maruly pun menyarankan, Bareskrim, Kejagung atau pun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengusut kasus ini bisa membedah ke mana saja aliran dana dari buronan yang 11 tahun ini dengan mudah keluar-masuk Indonesia.

”Tanyakan langsung ke dia. Uang hasil korupsimu mengalir ke mana saja ko. Agar kita bisa lihat, siapa saja penikmat uang rakyat itu. Sita asetnya adili segera,” tandasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...