Djoko Tjandra Ditangkap, Supriansa: Presiden Serius Soal Penegakan Hukum 

Anggota Komisi III DPR-RI Supriansa saat rapat kerja dengan Kejaksaan Agung.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Penangkapan Djoko Tjandra memberi harapan baru dalam penegakan hukum di tanah air. Setelah beberapa minggu pemberitaan buronan Djoko Tjandra yang mendapat perlakuan khusus oleh oknum polisi, akhirnya dia berhasil ditangkap di Malaysia.

Anggota Komisi III DPR RI, Supriansa mengapresiasi jajaran Polri dalam keberhasilan menangkap Djoko Tjandra. Ini sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian

“Semoga langkah-langkah yang diambil Polri ini dapat berhasil mengungkap tabir gelap kejadian yang sebelumnya membuat nama kepolisian dan lembaga penegak hukum lainnya tercoreng,” ujar Supriansa kepada JawaPos.com, Sabtu (1/7).

Penangkapan Djoko Tjandra merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Polri menunjukan komitmen kepala negara dalam penegakan hukum. ‎”Ini bukti beliau tidak main-main soal penegakan hukum di Indonesia. Kita tunggu perintah bapak Presiden selanjutnya terhadap beberapa buron yang masih berkeliaran di luar negeri,” sebut Supriansa.

Setelah Djoko Tjandra ditangkap, aparat penegak hukum diharapkan bisa membongkar siapa saja oknum yang bermain tersebut. Pasalnya Djoko Tjandra dengan mudahnya keluar-masuk di Indonesia.

“Meminta kepada kepolisian agar bisa mengungkap siapa-siapa yang terlibat membantu atau memberi saran kepada Djoko Tjandra selama pelariannya di Indonesia,” ungkapnya.

Djoko Tjandra merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp 904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung. Pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000, Kejaksaan pernah menahan Djoko. Namun hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan dia bebas dari tuntutan karena perbuatan itu bukan pidana melainkan perdata.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...