Ada Alasan Lain Andi Baso Ngotot Pindahkan Makam Istri yang Bukan Jenazah Covid-19

Minggu, 2 Agustus 2020 19:26

Memanjat tower demi melihat makam ibu

FAJAR.CO.ID, GOWA – Andi Baso Ryadi Mappasulle masih terbayang dengan wajah almarhumah istri tercintanya, Nurhayani Abram.

Semasa hidup, Nurhayani sempat berpesan kepada Andi Baso dalam sebuah perbincangan santai, namun tatapan mata yang sangat tajam dan serius.

Almarhumah meminta kelak jika ajal sudah menjemput, dia ingin dimakamkan di kampung halaman sendiri, yakni di Kabupaten Bulukumba.

Pesan itu masih membekas kuat di ingatan pria berkaca mata itu. Andi Baso terus berupaya melaksanakan pesan terakhir istri tercintanya.

Namun apalah daya. Bersama empat orang anaknya, mereka seakan digantung oleh pemerintah atas permintaannya itu.

“Almarhumah ini orang Bulukumba dan dia mau dimakamkan di kampungnya sendiri. Itu yang menjadi beban moral saya sampai hari ini,” kata Andi Baso kepada Fajar.co.id, Minggu (2/8/2020).

Berkali-kali dia berhadapan dengan beberapa pihak. Mulai dari DPRD Bulukumba, Bupati hingga ke Gubernur agar makam istrinya dipindahkan.

Permintaannya itu berkali-kali ditolak mentah-mentah. Padahal istrinya sudah dinyatakan negatif Covid-19 melalui swab test.

“Tim Gugus itu menurut saya tidak berkemanusiaan. Almarhumah istri saya dimakamkan sesuai protap covid-19. Sementara istri saya negatif dibuktikan dengan swab,” tambah Andi Baso saat diwawancarai.

Andi Baso tengah menjadi perbincangan yang masih viral di media sosial. Beberapa bulan lalu saat istri tercintanya meninggal di RS Bhayangkara, Kota Makassar membuat heboh.

Anak pertamanya, Andi Arni nekat mencegat dan menaiki mobil ambulans milik Tim Gugus yang hendak membawa jenazah ibunya ke pemakaman khusus Covid-19 di Macanda, Kabupaten Gowa.

“Anak saya itu yang naiki mobil ambulans. Ibunya (istri saya) meninggal karena penyakit strok. Bukan positif Covid-19 yang dibuktikan dengan swab tes yang negatif,” katanya.

Setelah itu, Andi Arni juga pernah mencegat dan menunggu di depan mobil dinas Gubernur di kantor DPRD Sulsel. Di sana, mereka bermohon kepada orang nomor satu di Provinsi Sulsel itu agar makam ibunya dipindahkan. Namun gagal total.

Terakhir baru-baru ini, Andi Arni kembali membuat heboh. Dia bersama tiga saudaranya memanjat tower hanya untuk melihat makam ibu tercintanya pemakaman khusus Covid-19, di Macanda, Kabupaten Gowa.

Mereka hendak berziarah ke makam ibunya namun dilarang oleh petugas TNI dan Polri. Tanpa rasa takut, Andi Arni pun memanjati tower itu.

“Ada sekitar tujuh hingga delapan meter tower yang mereka panjat demi melihat makam ibunya. Saya heran. Hanya ingin berziarah, kami dilarang,” tanya Andi Baso. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
4
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar