Bamsoet Minta Kapolri Izinkan Masyarakat Pakai Senjata

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis bersama Ketua MPR RI Bambang Soesatyo-- fin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis hendaknya mempertimbangkan agar masyarakat sipil bisa memegang senjata api dengan peluru tajam kaliber 9mm untuk bela diri.

Bamsoet mengatakan di dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 18 tahun 2015 diatur jenis senjata api peluru tajam yang boleh dimiliki, yakni dibatasi untuk senapan berkaliber 12 GA dan pistol berkaliber 22, 25, dan 32.

“Sebetulnya di berbagai negara, sudah memperbolehkan menggunakan pistol kaliber 9 mm. Mungkin Kapolri bisa mempertimbangkan merevisi Perkap tersebut,” ujar Bamsoet dalam rilis yang diterima di Jakarta, seperti dilansir Antara, Sabtu (2/8).

Dalam Perkap tersebut disebutkan, ada tiga macam senjata api yang boleh dimiliki untuk bela diri, selain senjata api peluru tajam, ada senjata api peluru karet dan senjata api peluru gas.

Dua jenis senjata disebut terakhir itu tidak mematikan, namun tetap berbahaya. Karena itu, peluru karet dan peluru gas dibatasi untuk peluru berkaliber 9 mm. Senjata berkaliber peluru lebih dari itu akan dikatakan ilegal dan wajib diserahkan ke kepolisian.

Sementara itu, Bamsoet mengatakan akan menggelar Lomba Asah Kemahiran Menembak bagi para pemilik izin khusus senjata api bela diri, yang akan digelar bersama Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Izin Khusus Senjata Api Beladiri (DPP-PERIKSHA) dan International Defensive Pistol Association Indonesia (IDPA Indonesia). Lomba itu memperebutkan Piala Ketua MPR RI dan berbagai hadiah lainnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...