“DUEL Pembalap Sepeda Nasional Sutiyono Vs LAMUDA dari PARE PARE Tour de ISSI 1976”


Oleh: Husain Abdullah

FAJAR.CO.ID—Sejumlah kota besar di Indonesia tengah dilanda demam sepeda yang seperti tak kunjung ditemukan vaksinnya. Sebut saja Jakarta, perbincangan tentang sepeda lipat Brompton, sesekali mendominasi grup WA hingga berlanjut ke warung kopi.

Januari 2020 lalu, saya ke London nonton beberapa pertandingan Liga Inggeris bersama teman saya Noor Korompot. Selain ke Stadion, tempat paling dia buru adalah Brompton Junction di Covent Garden, pusat penjualan sepeda lipat itu di London. Tentunya saya tidak tertarik, tapi sebagai teman dengan berat hati tetap saya mengantarnya ke sana. Ketika Noor sibuk mencari cari perlengkapan sepeda, saya tinggal dia sendirian, dan menyeberang ke stand Elliot Rodhes, salah satu gerai ikat pinggang yang populer di sana.

Tapi sehebat hebatnya Noor mencintai sepeda, saya pastikan dia tidak pernah melihat dari dekat Sutiyono. Legenda balap sepeda Indonesia era 70an yang digelari King of the Mountain, mungkin namanya pun tak pernah Noor dengar. Padahal saking perkasanya, Sutiyono digelari raja tanjakan berkat dominasinya di lintasan Picca Tour Filipina tahun 1977 (Bola.com).

Setahun sebelum Sutiyono meraih predikat si Raja Tanjakan di Filipina dan kemudian menjadi raja jalanan tingkat Asia, saya beruntung ketika masih anak-anak pernah menyaksikan Sutiyono berduel dari dekat melawan pebalap Filipina di kota Parepare saat berlangsungnya Tour de ISSI 1976. Serunya lagi, bukan hanya karena Sutiyono, tetapi diantara sederet nama pembalap nasional dan Asia Tenggara itu, terselip nama Lamuda, pembalap lokal kebanggan warga Parepare dan Sidrap yang mewakili tuan rumah Sulsel pada tour de ISSI Makassar-Toraja 1976.Hampir setahun sebelum digelarnya tour de ISSI yang salah satu finishnya kota Parepare.

Komentar

Loading...