Jaringan Sulit, Kuota Pun Terbatas, Pelajar ke Sawah Cari Jaringan 


Laporan: Sakinah Fitrianti / Pangkep

FAJAR.CO.ID,PANGKEP– Jalannya mendaki, sesekali juga menjumpai telaga, persawahan jadi lokasinya belajar. Akses internet ditengah sawah lebih kencang daripada di rumahnya. Padahal tetap saja wilayah ini berada di kawasan dataran tinggi Kabupaten Pangkep.

Sejak pandemi korona melanda. Kehidupan masyarakat berubah drastis. Pelajar pun demikian. Seragam tak lagi dikenakan seperti hari biasanya ke sekolah. Berbekal pakaian seadanya, tetapi tetap kenakan rasel untuk ke sawah. Bukan untuk panen ataupun tanam padi. Mereka datang untuk belajar, cari jaringan internet.

Itu yang dialami salah seorang pelajar, SMPN 3 Satap Balocci, Arifah. Tiap hari ia pagi-pagi tinggalkan rumah, bedanya biasa mereka ke sekolah untuk menuntut ilmu. Kini Arifah bersama teman-temannya justru ke sawah.

Pemandangan berbeda. Katanya belajar ditengah sawah lebih asyik dan sejuk. Lebih santai dibandingkan biasanya di kelas. Hanya menatap langit-langit plafon dan dinding-dinding kelas saja. Kini, ia bebas pandangi hamparan padi di persawahan nan hijau itu. Sembari membuka telepon genggam miliknya yang sudah dilengkapi akses internet. Ia mulai akses watsapp group untuk mulai pembelajaran dan mengisi absen.

Dua kilometer yang harus dilalui tiap hari, mulau pukul 6:30 Arifah berjalan ke sawah, balik ke rumahnya saat adzan duhur berkumandang. Saat itu, adzan duhur berkumandang Arifah bergegas mengambil tasnya kemudian berjalan ke rumahnya.

Komentar

Loading...