Kerinduannya Dihalangi Aparat, Andi Arni Nekat Panjat Tower Demi Lihat Makam Ibu

Screenshot

FAJAR.CO.ID, GOWA — Kerinduan Andi Arni Esa kepada almarhumah ibu kandungnya di pemakaman jenazah Covid-19 Kabupaten Gowa, terhalang oleh sebuah tembok beton yang kokoh.

Tembok itu jadi pembatas antara lahan pemakaman dengan lahan milik warga sekitar. Di sana juga ada sebuah tower yang menjulang tinggi ke udara.

Sabtu pagi, (1/8/2020), Andi Esa nekat memanjati tower itu bersama beberapa saudaranya, Andi Amel. Dua wanita asal Kabupaten Bulukumba hendak menziarahi makam ibunya, Nurhayani Abram. Namun dilarang.

Dia dihalang oleh aparat TNI dan Polri. Kata petugas di sana, belum ada perintah dari Tim Gugus untuk menziarahi makam jenazah Covid-19. Apapun alasannya, sama sekali tidak diperbolehkan.

“Anak saya nekat manjat tower setinggi tujuh hingga delapan meter hanya untuk melihat makam ibunya. Dia manjat bukan karena disuruh. Memang karena hanya ingin lihat makam ibunya yang negatif yang dimakamkan Covid-19,” kata Andi Baso Ryadi, ayah kandung Esa, Minggu (2/8/2020).

“Kami heran kenapa bisa dilarang. Almarhumah istri saya meninggal bukan karena Covid-19. Dia hanya berstatus PDP. Hanya sakit strok,” sambung suami almarhumah ini.

Ziarah ke pemakaman ibunya itu dilakukan sehari setelah perayaan Iduladha 1441 Hijriyah kemarin.

Wajar saja, sebagai seorang anak yang sangat cinta, bagaimana pun kondisi fisik ibunya, Andi Baso dan Andi Arni tetap sayang sampai kapan pun.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...