Tertular Covid-19, Warga Singapura Alami Halusinasi Selama Dirawat di ICU

Ilustrasi virus Covid-19 (Nexu Science)

“Anda terjebak dalam adegan-adegan itu dan Anda tidak tahu apakah itu siang atau malam,” kenangnya seperti dilansir dari Straits Times, Minggu (2/8).

Dia kembali ke kantor untuk bekerja bulan lalu. Para ahli mengatakan bahwa mereka yang sakit parah dengan Covid-19 berisiko mengalami masalah psikologis, termasuk gangguan stres pascatrauma, gangguan kejiwaan dan trauma.

“Saya kini hanya berusaha membuat diri saya sibuk. Saya tidak terlalu emosional seperti dulu,” kata Ng.

“Sebelumnya, saya selalu merasakan ketakutan dan berpikir, ‘Bagaimana jika saya tidak bangun lagi?’,” ungkapnya.

Ng kini juga mengelola gejala fisiknya dengan lebih baik. “Meski saat ini masih sesekali merasakan sesak napas, tetapi itu semua bisa diatasi,” ungkapnya.

“Jadi, untuk mencegah virus berulang, kuncinya memang hidup bersih, bersih, bersih. Pada dasarnya, itulah yang kini saya lakukan setiap hari,” ujarnya.

Bersyukur telah selamat, dia juga telah memberikan hadiah paket telur dan kue kepada tim ICU Rumah Sakit Alexandra yang telah merawatnya. Kini Ng merasa lebih optimis dan hidup lebih sehat. (JPC)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar

Saksikan video berikut: