Honorer K2 Minta Diangkat PNS tanpa Tes, Bima Haria Wibisana: Negara Lagi Kesusahan

Ilustrasi honorer menuntut jadi PNS-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Permintaan sebagian pimpinan forum honorer K2 untuk diangkat menjadi PNS tahun ini dinilai sesuatu yang mustahil terwujud.

Pasalnya, saat ini negara tengah kesulitan dana karena fokus pada penanganan COVID-19.

Hal itu juga yang membuat pemerintah menunda rekrutmen CPNS dan PPPK (Pegawal Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) tahun ini, dan baru dilakukan pada 2021.

“Melihat kemampuan keuangan negara untuk pelaksanaan rekrutmen CPNS maupun PPPK dan gajinya, dengan beban pandemi seperti sekarang rasanya sulit untuk menganggarkan CPNS dan PPPK 2020. Makanya pemerintah memutuskan tidak melaksanakan tahun ini dan menundanya tahun depan,” terang Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana kepada JPNN.com, Senin (3/8).

New normal ini, lanjutnya, membutuhkan evaluasi proses birokrasi yang ada sekarang ini secara menyeluruh. Termasuk di dalamnya jumlah dan kompetensi CPNS serta PPPK.

“Adalah bijaksana jika proses ini diselesaikan terlebih dahulu sebelum rekrutmen baru dilaksanakan untuk menghindari kesalahan rekrutmen dalam kompetensi maupun jumlah,” terangnya.

Itu berarti, kata Bima, dalam tahun ini tidak ada rekrutmen CPNS dan PPPK.

Yang dilakukan sekarang hanya menyelesaikan proses seleksi CPNS 2019. Juga proses pengangkatan PPPK hasil seleksi Februari 2019.

“Negara lagi kesusahan, bagaimana bisa merekrut CPNS baru. Apalagi honorer K2 yang menuntut diangkat PNS tanpa tes. Tahun ini waktu untuk menghitung kebutuhan instansi akan CPNS dan PPPK yang real itu berapa. Kemudian dilaksanakan rekrutmen CPNS dan PPPK tahun anggaran 2021. Semuanya harus lewat aturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada itu seleksi tanpa tes,” pungkasnya. (jpnn/fajar)

Komentar

Loading...