Lepas Pendamping Gizi dan Konseler, Nurdin Abdullah Harap Angka Stanting Turun

Gubernur Sulsel bersama tenaga pendamping gizi-- fajar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah melakukan pelepasan secara simbolis kepada 70 tenaga pendamping gizi dan 18 konseler stanting di Hotel Best Westren, pada Senin (3/8/20202).

Pelepasan tenaga pendamping gizi dan konseler stanting ini, rencananya akan disebar di 2 kabupaten di Sulsel yakni di Kabupaten Bone dan Kabupaten Enrekang.

Dalam sambutannya, Nurdin Abdullah mengatakan pelepasan tersebut diharapkan mampu menekan angka stanting di Sulawesi Selatan yang berada di atas rata-rata nasional.

“Mudah-mudahan dengan pendampingan ini bisa menekan angka stanting di Sulsel. Harapan kita, 2, 3 tahun ke depan stanting di Sulsel bisa menurun, tidak bisa tidak. Tidak ada alasan,” ucapnya, Senin (3/8/202.).

Termasuk kekurangan gizi, ia menegaskan tidak dapat dijadikan alasan. Mengingat Sulsel menjadi penyangga pangan nasional.

“Sebagai negara agraris, kepulauan tropis kita malu sebagai bangsa Indonesia yang punya kekayaan alam berlimpah tapi kita menghadapi kekurangan gizi pada anak-anak kita,” tegasnya.

Mantan Bupati Bantaeng itu mengaku, selain ekonomi, cultur atau budaya masyarakat juga menjadi salah satu penyebab angka stanting di Sulsel meningkat.

“Masyarakat menganggap enteng, ketika mereka hamil tidak betul-betul memberikan gizi yang baik kepada calon janinnya,” jelasnya.

“Makanya saya bilang, sebenarnya kalau kita kreatif, tidak ada istilah ekonomi mereka lemah atau sebagainya, apalagi di desa, rata ratakan halamannya luas jadi mereka bisa manfaatkan itu dengan tanam sayur atau buah,” tutupnya. (anti/fajar)

Komentar

Loading...