Robek Lima Lembar Uang Kertas, Warga Pulau di Makassar Diperiksa

Senin, 3 Agustus 2020 18:30

Dir Polair Polda Sulsel, Kombes Pol Heri Wianto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Warga pulau Kodingareng Lompo, Kota Makassar, diperiksa polisi usai meninjau lokasi penambangan pasir, yang dianggap merugikan para nelayan di pulau itu.

Mereka meninjau bersama dengan pihak PT B, untuk mengetahui jarak antara lokasi penambangan dengan pulau Kodingareng, yang dianggap berdampak buruk terhadap hasil pencarian ikan para nelayan.

Usai meninjau, nelayan itu pun menerima amplop berisi uang tunai dari pihak PT B tadi. Nelayan itu anggap, diduga uang tersebut adalah sogokan, lalu menolak hingga merobeknya.

“Uang itu adalah uang hasil survey lokasi yg diberikan oleh pihak perusahaan (PT B), untuk melihat lokasi pengerukan pasir. Kira-kira berapa sih jaraknya lokasi tersebut, dengan pulau yang terdekat,” kata Dir Polair Polda Sulsel, Kombes Pol Heri Wianto, Senin (3/8/2020).

Dia menjelaskan, uang itu dianggap sebagai upah para nelayan usai melakukan survey bersama pihak perusahaan penambang itu. Hingga ada satu masyarakat Kodingareng sana melakukan perobekan uang kertas tersebut.

Perobekan itu sempat viral di media sosial dan terpantau oleh aparat kepolisian hingga membuat laporan. Kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan terhadap tiga orang berstatus masih saksi.

“Anggota pun membuat laporan model A. Lalu kita lakukan penyelidikan dan kembangkan, dan dapatkan juga uang yang disobek sebanyak lima lembar yang rusak,” jelas Heri.

“Kemarin kita sudah layangkan surat panggilan terhadap beberapa warga, terkait tindak pidana perusakan uang rupiah asli. Ada beberapa saksi yang diperiksa. Pertama warga yang tahu kejadian dan saksi ahli dari Bank Indonesia (BI),” sambung perwira tiga melati ini. (ishak Agus/fajar)

Namun dalam kasus ini, pihaknya belum melakukan penahanan terhadap yang merobek, apalagi yang telah menjalani pemeriksaan. Masih ada pertimbangan penyidik, sebelum melakukan penahanan.

“Masyarakat ini melakukan aksi yang melanggar hukum seperti unjuk rasa (tolak penambangan pasir), pengrusakan (uang) dan lain-lain,” tutupnya. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
9
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar