Dugaan Kasus Korupsi RSUD Gowa Segera Naik Sidik

Banyak Kejanggalan. Suasana salah satu gedung di RSUD Syekh Yusuf. Proyek ini menuai sorotan lantaran banyak dugaan kejanggalan dalam proses tender. (nurhadi/fajar)

FAJAR.CO.ID, GOWA– Kasus dugaan korupsi dana Covid-19 RSUD Syekh Yusuf segera naik penyidikan. Sisa menunggudata penyedia barang dan jasa.

Kasubdit Tipikor Polda Sulsel, Kompol Rosyid Hartanto, mengatakan, penyelidikan kasus dugaan korupsi penggunaan dana Covid-19 tersebut secepatnya dirampungkan. Pihaknya segera memeriska pihak ketiga sebgai penyedia alkes.

“Kita mau memastikan berapa harga yang ditawarkan ke rumah sakit. Sisa itu saja,” kata Rosyid, Senin, 3 Agustus.

Setelah pemeriksaan pihak ketiga rampung, maka penyidik segera melakukan koordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulsel terkait audit investigasinya. “Jadi sisa itu saja,” ungkapnya.

Disebutkan sebelumnya, insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 disebut tidak sesuai. Hanya menerima ratusan ribu rupiah. Bahkan terkecil ada yang menerima puluhan ribu rupiah. Sementara, kasus pengadaan alat kesehatan diduga dinaikkan.

Selain itu, penyidik telah melakukan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah saksi. Baik itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dana Covid-19, beserta pegawai lainnya. Sudah terperiksa puluhan orang.

Humas RSUD Syekh Yusuf, Muhammad Taslim, mengatakan, perkara yang bergulir di Polda Sulsel tentu diserahkan sepenuhnya. Semua kebutuhan penyidik diberikan.

“Kami sangat menghormati penyidik kepolisian. Sepenuhnya dipercayakan dengan memberikan keterangan sebenar-benarnya,” katanya, kemarin. (ans/dir/fajar)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...