INA Diambang Krisis, Jika Kinerja Kementeria Terus Merosot

Infrastruktur menjadi andalan investasi di Jatim. (DOK/JPC)

JAKARTA, FAJAR — Presiden Joko Widodo marah lagi. Kinerja menteri dan jajarannya masih jauh dari harapan. Jika dibiarkan, resesi ekonomi di negara besar bakal makin terasa di Sulsel.

Indonesia sebenarnya sedang berada pada ancaman resesi. Beberapa negara maju saja ekonominya terjun bebas. Lebih-lebih untuk negara berkembang, dampaknya pasti ikut terasa.

Bagi Indonesia, resesi di beberapa negara; Hong Kong, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jerman, dan negara maju lainnya merupakan hal buruk. Apalagi Sulsel. Seluruh negara-negara yang disebut itu merupakan tujuan ekspor komoditas Sulsel.

Resesi memang kejam. Bukan hanya negara terkait yang akan merasakan dampaknya. Imbasnya bisa merembes ke mana-mana. Termasuk Indonesia. “Wajar kalau Pak Presiden marah. Karena ini berbahaya,” kata Pengamat Ekonomi, Hamid Paddu, Senin, 3 Agustus 2020.

Presiden Jokowi, gemas melihat realisasi anggaran di kementerian dan lembaga negara yang berkaitan dengan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari Rp695 triliun, hingga saat ini stimulus untuk penanganan covid-19 baru terealisasi 20 persen atau Rp141 triliun.

Peningkatannya hanya 15,32 persen dalam sebulan atau pasca Jokowi marah ke menterinya awal Juli lalu dengan ancaman bakal mereshuffle menterinya yang berkinerja buruk.

“Aneh sekali kalau ada kementerian sampai DIPA-nya pun belum dibuat. Ini keterlaluan sekali. Masa sudah beberapa bulan daftar perencanaan anggaran belum,” sesalnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar