KAMI Bukan Gerakan Makar, Dian Permata: Kalau Pemerintah Bersih, Mengapa Harus Grogi dan Risih?

Deklarasi KAMI. (Rmol)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ratusan tokoh, aktivis, maupun akademisi ramai-ramai bergabung di dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Karena gerakan ini dianggap sebagai gerakan kolektivitas atas kesadaran menyangkut persoalan kebangsaan.

“Model gerakan bukan bertujuan untuk makar. Sebaliknya, justru gerakan bertugas menjewer aparatur negara yang menyimpang dari sebuah cita-cita pembangunan bangsa Indonesia,” ujar peneliti Insititut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata, Selasa (4/8).

Sehingga, kata Dian, sebaiknya pemerintah tidak resisten terhadap kemunculan gerakan KAMI tersebut.

“Dengar dulu, kunyah-kunyah kemudian. Model gerakan ini sudah tumbuh jauh sebelumnya. Petisi 50, contohnya. Jika tidak bersalah dan bersih mengapa harus grogi dan risih hadirnya gerakan ini?” kata Dian.

Ditambahkan Dian, pemerintah seharusnya melayani gerakan KAMI sebagai bagian dari perkembangan dan respons masyarakat sipil dalam tatanan kehidupan demokrasi.

“Jadi melayani gerakan ini cukup buka telinga dengan lebar dan jangan dibuat baper hingga berujung teror. Justru masyarakat harus berterimakasih atas hadirnya gerakan ini. Pemerintah mendapat perhatian khusus,” jelas Dian.

Karena, lanjut Dian, orang-orang yang ada di KAMI tersebut bukanlah orang-orang sembarangan.

“Orang-orang yang ada di gerakan ini juga bukan tipikal kaleng-kaleng atau unyu-unyu. Mereka punya sejarah panjang dalam merespons setiap gejolak yang ada di republik ini,” pungkasnya. (pojoksatu/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...