Laut Cina Selatan Memanas, Syarief Hasan Minta Jokowi Tiru Diplomasi Ala SBY


FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan mendorong Pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan di Laut Natuna Utara. Pasalnya, Laut China Selatan yang bersentuhan dengan Laut Natuna Utara tengah memanas.

Kondisi ini diakibatkan oleh perseteruan antara dua negara besar yakni China dan Amerika Serikat. China yang membuat klaim sepihak terhadap Laut China Selatan berdasarkan nine dash line menyebabkan Amerika Serikat turut ikut campur. Kondisi ini juga mungkin bisa berpotensi menjadi perang terbuka di Perairan Cina Selatan.

Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi Pertahanan ini menegaskan agar Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap Natuna Utara.

Menurutnya, militer di Natuna Utara secara khusus dan Indonesia secara umum harus ditingkatkan untuk mempertahankan wilayah Indonesia jika ada gangguan atau melewati atau masuk wilayah Indonesia saat sewaktu-waktu terjadi perang terbuka.

“Indonesia tidak menginginkan terjadi adanya perang terbuka di Laut China Selatan karena seluruh negara Asia Tenggara akan merasakan dampaknya. Termasuk Indonesia. Sehingga, untuk itu perlu perhatian khusus dalam membangun kekuatan militer untuk meminimalisir bahkan mencegah terjadi perang terbuka”, ungkap Syarief Hasan dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2020).

Potensi ini memang semakin terlihat ketika Amerika Serikat mengirim dua kapal induknya, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan ke Laut China Selatan untuk menjalani latihan tempur.

Komentar

Loading...