Negara Tetangga Alami Resesi, Gubernur: Kemandirian Pangan Harus Kita Dorong

Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pandemi Covid 19 mengguncang perekonomian dunia. Belum lama ini, Singapura menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang jatuh ke jurang resesi ekonomi atau mengalami pertumbuhan ekonomi minus dalam dua kuartal berturut-turut.

Tidak hanya Singapura, beberapa negara tetangga lainnya juga diprediksi akan mengalami hal yang sama seperti Thailand dan Filipina.

Kendati beberapa negara di ASEAN mengalami resesi ekonomi, nampaknya tidak memberikan pengaruh yang signifikan di Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya dalam kegiatan ekspor.

Pasalnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan pengusaha eksportir justru mendapat jatah nomplok, terlebih saat kebijakan lockdown diterapkan.

“Ekspor kita tetap naik, permintaan yang tadinya diorder Desember justru banyak yang minta untuk dimajukan semua. Saya kira ini sebuah langkah baik,” ucapnya.

Tidak menutup kemungkinan, resesi ekonomi yang terjadi di beberapa negara tetangga memberikan dampak terhadap Indonesia maupun Sulsel. Namun Nurdin Abdullah optimis meningkatkan kualitas produk dari segi pangan.

Mengingat, Indonesia khususnya Sulsel menjadi salah satu penyangga pangan nasional.

“Di awal pendemi semua orang bingung cari ventilator dan APD, mereka semuanya ke China kan? Nah pada saat krisis pangan dunia mau cari kemana? Indonesia adalah salah satu pusat pangan, makanya kita harus perkuat pangan kita. Kemandirian pangan terus kita dorong,” tegasnya.

Komentar

Loading...