Proyek Gedung RSUD Syekh Yusuf Jadi Temuan BPK


FAJAR.CO.ID, GOWA– Pembangunan gedung perawatan RSUD Syekh Yusuf pada 2019 ternyata tidak tuntas. Itu jadi temuan BPK.

Dalam catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menyebut telah dilakukan pembayaran sebesar Rp18.697.404.155,00.

Berdasarkan dokumen ini progres pekerjaan fisiknya mencapai angka 95,29 persen. Penyerahan pekerjaan diserahkan 3 Januari 2020, sehingga dikenakan denda di luar PPN sebanyak Rp11.928.841.

Sementara sisa anggaran Rp1,1 miliar lebih disebut masuk dalam silpa APBD 2019. Terkait temuan ini disebutkan pihak ketiga telah membayarkan denda berdasarkan STS nomor 001/RSUD/SV/V-2020 sebesar Rp11.928.841.

Dari temuan ini, tidak mempengaruhi pihak rekanan. Meski begitu, kasus dugaan monopoli atau persekongkolan RSUD Syekh Yusuf tetap berproses di Komisi Pengawas Pesaingan Usaha (KPPU) Makassar. “Masih berproses,” kata Kakanwil KPPU Makassar, Hilman Pujana, Senin 3 Agustus.

Sejauh ini lanjutnya, pihaknya masih melakukan klarifikasi.

“Jadi prosesnya masih sama seperti kemarin. Akan kita sampaikan juga kalau selesai pekerjaanya,” ungkapnya.

PPK pembangunan gedung RSUD Syekh Yusuf, dr Suryadi, terkesan menghindar untuk memberikan keterangan. Panggilan telepon tak dijawab, juga tak mau ditemui. (ans/dir/fajar)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...