Audit Dugaan Korupsi KPU Sulbar Mandek, BPKP Akui Terkendala Pandemi

Kantor KPU Sulbar. (int)

FAJAR.CO.ID, MAMUJU– Kasus korupsi anggaran publikasi kampanye DPD di KPU Sulbar tahun 2019 mandek di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulbar. Sudah tujuh bulan lebih proses audit investigasi di BPKP Sulbar belum juga rampung sejak dimulai 13 Januari lalu.

Polisi pun belum bisa melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka. Meski sebelumnya, penyidik Satreskrim Polresta Mamuju telah melakukan ekspose dengan BPKP Sulbar beberapa waktu lalu.

Namun BPKP Sulbar masih menunggu Surat Pengantar Masalah (SPM) dari BPKP pusat. Penyidik pun belum mendapat hasil resmi kerugian negara dari audit BPKP Sulbar.

Auditor BPKP Perwakilan Sulbar, Sudiyatmoko mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah soal audit. Semuanya masih berproses di BPKP pusat. Laporan Audit Investigasi (AI) masih dalam proses Quality Assurance (QA). Apalagi di tengah pandemi semua menjadi terbatas.

Biasanya, lanjut Sudiyatmoko, dalam proses QA pihak BPKP Pusat yang datang ke Sulbar atau sebaliknya. Masa pandemi ini tidak bisa. Pihaknya hanya bisa komunikasi lewat virtual. Termasuk proses review dan perbaikan juga melalui virtual.

“Biasanya, kami memaparkan secara jelas laporan yang kami sudah susun dari awal sampai akhir. Tapi sekarang sudah tidak bisa. Komunikasi hanya virtual saja. Kalau sebelumnya kami bisa duduk bareng dan bahas bersama,” kata Sudiyatmoko, Selasa (4/8/2020).

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...