Keluarga Tak Percaya Rupi’ah Bunuh Diri

MENGENANG: Dyah Pratiwi dan Ali Akhyar menunjukkan foto Rupi’ah kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

FAJAR.CO.ID, REMBANG — Dyah Pratiwi, adik kandung Rupi’ah menerima kabar duka itu dari suami Rup’ah. Jarak antar rumah mereka tak jauh. Hanya berjarak sekitar 100 meter.

Bapaknya langsung menyambangi kediaman Rupi’ah. Dan, mendapati kondisi anaknya sudah berada dalam pangkuan suami. Tetapi, keluarga menilai ada kejanggalan, jika peristiwa itu diklaim sebagai bunuh diri.

Karena, kondisi lidah mayat tidak keluar cairan. Dan, masih ada berbagai kemungkinan.Sehingga, pihak keluarga meminta untuk dilakukan otopsi. Tujuannya tidak untuk menuduh atau menuntut siapapun.

”Tetapi keyakinan saya kalau mbak itu bunuh diri nggak mungkin. Saya tahu persis kakak saya seperti apa,” tegas Dyah. Jika memang meninggal bunuh diri, lanjut kakak Ipar korban Ali Akhyar, pihaknya akan bisa menerima.

”Kalau mati karena kasus penganiayaan, harus dihukum sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Permintaan keluarga seperti itu,” ujarnya.

Ali Akhyar juga menilai, saat Rupi’ah berada di pangkuan suaminya tadi, kondisi adiknya sudah tak bernyawa. ”Itu sudah meninggal. Gak ada sekali nafas. Sudah dicek. Kok ada suara dibawa ke puskesmas masih hidup. Itu bikin gondhok (jengkel) bener. Saya baca di media itu,” ucapnya.

Pria 48 tahun itu menuturkan beberapa kejanggalan. Pertama, kondisi saat itu jasad Rupi’ah sudah berada di bawah dan tidak dalam posisi menggantung. Kedua, saat prosesi penurunan jenazah tidak ada saksi satu pun orang. Ketiga, jenazah tidak mengeluarkan cairan. Keempat, lanjut Ali Akhyar, kondisi mata mayat tidak membelalak dan lidah juga tidak terjulur. ”Mingkem seperti biasa,” ucapnya.

Komentar

Loading...