“Mama Pergima, Tidak Kembalima Itu”, Pesan Terakhir Putra Kabag Protokol Bone

Suasana pemakaman.

FAJAR.CO.ID, BONE — “Selesai. Finis di kilometer 16 saja”. Tulisan status Kepala Bagian Protokol Setda Bone, Barham yang berarti hanya bisa bersama dengan anaknya Moh Ongkona Bija Manarang selama 16 tahun saja.

Minggu, 27 Juni 2004 dia lahir. Hari Minggu pula 2 Agustus 2020 dia meninggal. Meninggalkan banyak duka. Cerita perjuangan yang besar tanpa harus dibiayai orang tua, kisah, dan kenangan. Mengubah perencanaan yang sudah dibuat sejak dulu untuk bersekolah di Akademi Kepolisian. Semuanya sirna.

Sebelum Ongko meninggal, dia sudah memberikan isyarat kepada temannya. Mengirimkan gambar orang meninggal dan terbungkus kain kafan. Di hadapan mamanya dia menyampaikan “Gagahku Ma”. Namun, ketika ingin berangkat rekreasi ke Tanjung Bira dia hanya pamit kepada mamanya.

“Mama Pergima, Tidak Kembalima Itu,” kata Ongko kepada mamanya, Wahida Wahab.

Mendengar Ongko pamit, sang mama hanya berpikiran positif lantaran mau pergi rekreasi. “Dan jangan tanya Abba (bapaknya, red),” kata Ongko lagi yang ditirukan mamanya saat ditemui, Rabu, 5 Agustus 2020.

Dua hari pasca meninggal anaknya, Bambang sapaan karib Barham, sudah mulai tersenyum. Tetapi tidak selebar biasanya. Masih ada luka yang dipendam.

Dia mulai berbicara. Perlahan. Menceritakan soal anaknya itu. Sudah dua tahun dia minta izin untuk pergi rekreasi, tetapi tidak pernah diizinkan. Kemarin dia hanya minta izin sama mamanya. “Karena dia tahu kalau saya larang untuk pergi. Ini demi keselamatannya,” ucapnya.

Komentar

Loading...