Nelayan Merugi, Sekali Melaut Hanya Dapat Seekor Tenggiri, Umpan Saja Susah!

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Suwadi, 36 tahun, harus memutar otak untuk tetap menafkahi keluarganya. Nelayan ini harus menanggung rugi, selama ada penambang pasir di wilayah tangkapnya itu.

Warga Pulau Kodingareng Lompo, Kota Makassar ini mengaku hanya bisa mendapat satu ekor ikan tenggiri sejak sebulan terakhir.

Bahkan untuk mencari umpan pun susah. Menurut dia, perusahaan penambang itu tidak memikirkan nasib nelayan di sekitarnya.

“Sejak Juli, saya hanya bisa dapat ikan tenggiri hanya seekor saja yang beratnya 3 kilogram. Sebelum ada penambang, bisa dapat tujuh ekor yang harganya Rp50 ribu per ekor,” kata Suwandi, Rabu (5/8/2020).

Sedangkan jika dihitung-hitung, biaya yang dikeluarkan oleh Suwandi beserta nelayan lainnya dalam sekali melaut mencapai Rp150 ribu per hari.

Namun dalam sehari para nelayan kadang gagal menangkap ikan tenggiri. Itupun jika berhasil, yang ditangkap hanya ada seekor saja.

“Pakai bensin 10 liter dan peralatan serta perlengkapan lainnya. Semuanya Rp150 ribu dan hanya tangkap satu ekor ikan saja. Kalau ditaksir, hasilnya itu hanya untuk ongkos jalan saja. Tidak ada untung bersih,” tambahnya.

“Untuk cari umpan saja susah didapat. Apalagi tenggirinya. Karena kita pakai ikan tembang,” sambung pria berpeci cokelat ini.

Ada sebuah titik yang dianggap sebagai tempat berkumpulnya ratusan bahkan ribuan ikan tenggiri. Menurut dia, lokasi itu dinamakan cokong.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar