Nelayan Merugi, Sekali Melaut Hanya Dapat Seekor Tenggiri, Umpan Saja Susah!

Rabu, 5 Agustus 2020 22:31
Nelayan Merugi, Sekali Melaut Hanya Dapat Seekor Tenggiri, Umpan Saja Susah!

FOTO: ISTIMEWA

“Untuk cari umpan saja susah didapat. Apalagi tenggirinya. Karena kita pakai ikan tembang,” sambung pria berpeci cokelat ini.

Ada sebuah titik yang dianggap sebagai tempat berkumpulnya ratusan bahkan ribuan ikan tenggiri. Menurut dia, lokasi itu dinamakan cokong.

Namun cokong kini sudah tidak ditemukan lagi ikan tenggiri. Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk melaut, tak ada hasil.

“Jarak dari pulang ke Cokong sekitar sejam. Karena di sana itu pusatnya ikan berkumpul,” jelasnya.

Selain soal biaya, ada perubahan iklim laut yang terjadi selama ada aktivitas tambang laut oleh PT B. Salah satunya air laut menjadi keruh.

Kata dia, pihak perusahaan pernah menghentikan aktivitasnya beberapa hari saat air laut jadi keruh. Berselang beberapa hari, aktivitasnya pun kembali dilakukan.

Suwandi merasa jengkel akibat perusahaan tambang itu. Pengerukan di dalam laut untuk pembangunan infrastruktur, lanjut Suwandi, tidak berpihak kepada para nelayan.

“Menurut data penyelam yang pernah datang, karang ikan kami di sana sudah rusak akibat kerukan tambang pasir. Air laut juga keruh,” kata Suwandi yang tak tahan dengan penderitaan itu.

Bagikan berita ini:
7
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar