Nelayan Merugi, Sekali Melaut Hanya Dapat Seekor Tenggiri, Umpan Saja Susah!

FOTO: ISTIMEWA

Namun cokong kini sudah tidak ditemukan lagi ikan tenggiri. Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk melaut, tak ada hasil.

“Jarak dari pulang ke Cokong sekitar sejam. Karena di sana itu pusatnya ikan berkumpul,” jelasnya.

Selain soal biaya, ada perubahan iklim laut yang terjadi selama ada aktivitas tambang laut oleh PT B. Salah satunya air laut menjadi keruh.

Kata dia, pihak perusahaan pernah menghentikan aktivitasnya beberapa hari saat air laut jadi keruh. Berselang beberapa hari, aktivitasnya pun kembali dilakukan.

Suwandi merasa jengkel akibat perusahaan tambang itu. Pengerukan di dalam laut untuk pembangunan infrastruktur, lanjut Suwandi, tidak berpihak kepada para nelayan.

“Menurut data penyelam yang pernah datang, karang ikan kami di sana sudah rusak akibat kerukan tambang pasir. Air laut juga keruh,” kata Suwandi yang tak tahan dengan penderitaan itu.

Kini dia tengah dihadapkan dengan proses hukum yang melilit temannya, Mansur Pasang Daeng Manre, 45 tahun.

Kedua nelayan ini diperiksa polisi setelah merobek amplop yang berisi uang tunai. Uang itu dianggap sebagai sogokan dari PT B ke nelayan, agar tidak lagi didemo.

“Warga teriak robek itu amplop. Akhirnya saya datang ke situ robek itu. Saya tidak tahu apa isinya itu amplop dan saya tidak ada niat mau lecehkan mata uang negara,” kata Manre. (ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...