Politikus PAN Curigai PDIP Manfaatkan Program PKH untuk Rekrut Pemilih

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay turut menanggapi instruksi Partai PDIP dalam proses rekrutmen Ketua Program Keluarga Harapan (PKH).

Dalam instruksi itu, Partai berlambang kepala banteng itu perintahkan seluruh kadernya ikut seleksi rekrutmen PKH ditingkat Desa, Kabupaten dan Provinsi.

Menurut Saleh, seleksi pendamping PKH harus dilakukan secara adil, terbuka, dan bebas dari kepentingan politik.

“Sebab, program PKH adalah program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Saleh saat dihubungi Pojoksatu, Jakarta, Rabu (7/8/2020).

Karena itu, kata politisi Frkasi PAN ini, sangat tidak bijak jika dimasuki oleh kepentingan politik temporal.

“Pendamping PKH itu sangat strategis. Tidak bisa dipungkiri bahwa selama ini sering dipergunakan sebagai alat. Alat untuk merekrut para pemilih,” ujarnya.

Menurut Anak buah Zulkifli Hasan ini, yang didampingi adalah masyarakat tidak mampu. Kalau dikasih bantuan bulanan melalui dana APBN, pastilah mereka akan patuh pada para pendamping.

“Jika misalnya pendamping mengarahkan untuk memilih satu partai tertentu, tentu itu bisa saja dilakukan, ini yang harus diwaspadai karena harus bebas dari intervensi politik,” pungkasnya.

Sebelumnya, PDIP menginstruksikan kadernya untuk turut serta dalam rekrutmen dan seleksi koordinator Kabupaten/Kota PKH tahun 2020 secara offline.

Dimana seleksi tersebut diselenggarakan Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...