Presiden Libanon Umumkan Keadaan Darurat, Iran Siap Membantu

Sebuah gambar menunjukkan kondisi pascaledakan di kawasan pelabuhan Ibu Kota Beirut, Libanon -- STR/ AFP

FAJAR.CO.ID, BEIRUT — Presiden Libanon Michel Aoun menekankan keadaan darurat di Beirut selama dua minggu, setelah ledakan besar-besaran di ibukota pada hari Selasa.

Aoun dalam sambutannya yang dipublikasikan di akun Twitter Kepresidenan, menyerukan pertemuan kabinet darurat hari ini.

Presiden Lebanon menambahkan bahwa “tidak dapat diterima” bahwa 2.750 ton amonium nitrat disimpan di gudang selama enam tahun tanpa langkah-langkah keamanan. Dia bersumpah akan memberi hukuman kepada pihak yang bertanggung jawab.

Dua ledakan besar mengguncang Beirut pada hari Selasa, meratakan banyak gedung di pelabuhan dan merusak bangunan di seluruh ibukota.

Dari Iran, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif dalam sebuah pesan menyatakan simpati kepada orang-orang Lebanon atas ledakan mematikan yang merenggut sedikitnya 78 nyawa itu.

“Pikiran dan doa kami bersama orang-orang hebat dan tangguh di Lebanon,” tulis Zarif dalam akun Twitter-nya Selasa malam dilansir iranpress, Rabu, 5 Agustus.

“Seperti biasa, Iran sepenuhnya siap untuk memberikan bantuan dengan cara apa pun yang diperlukan,” tambah Zarif.

“Tetap kuat, Lebanon,” ia mengulangi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Abbas Mousavi menyuarakan kesiapan Iran untuk membantu saudara-saudari Libanon setelah ledakan besar melanda ibukota negara itu.

Diketahui, sebuah gudang di Pelabuhan Beirut terbakar pada Selasa sore, yang memicu ledakan besar, lapor National News Agency (NNA) resmi Libanon. Beberapa ledakan kecil terdengar sebelum yang lebih besar terjadi.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...