Dugaan Kriminalisasi Karena Tolak Tambang Pasir Laut, Nelayan Akui Tak Tahu Amplop yang Dirobek Berisi Uang

Perwakilan nelayan Kodingareng saat jumpa pers bersama Walhi Sulsel. (Ishak/Fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Mansur Pasang Daeng Manre, 45 tahun adalah nelayan yang merobek amplop berisi uang tunai dari PT B, sang penambang pasir di pesisir Makassar.

Dia menerima amplop itu usai meninjau dengan pihak perusahaan soal aktifitasnya, yang merugikan mata pencaharian para nelayan.

Saat amplop itu ia terima, warga lainnya melihat dan berteriak agar merobek amplop tersebut, yang diduga uang sogokan dari PT B.

“Warga teriak robek itu amplop. Akhirnya saya datang kesitu robek itu. Saya tidak tahu apa isinya itu amplop dan saya tidak ada niat mau lecehkan mata uang negara,” kata Manre, Rabu (5/8/2020).

Usai merobek menjadi beberapa bagian, videonya pun viral di media sosial hingga akhirnya dia dipanggil sebagai saksi oleh polisi.

Bahkan, Daeng Manre diancam hukuman lima tahun penjara jika terbukti secara sah sengaja merobek uang dan melanggar hukum.

“Anggota pun membuat laporan model A. Lalu kita lakukan penyelidikan dan kembangkan, dan dapatkan juga uang yang disobek sebanyak lima lembar yang rusak,” jelas Dir Polair Polda Sulsel, Kombes Pol Heri Wianto.

“Uang itu adalah uang hasil survey lokasi yg diberikan oleh pihak perusahaan (PT B), untuk melihat lokasi pengerukan pasir. Kira-kira berapa sih jaraknya lokasi tersebut, dengan pulau yang terdekat,” tutupnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar