Hanura Makassar Enggan Bergerak Selama Dilan Belum Kantongi ‘Surat Sakti’


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Akhir Juli lalu, Hanura yang mengontrol 3 kursi di parlemen Kota Makassar telah memberi rekomendasi untuk pasangan bakal calon Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) di Jakarta.

Bergabungnya Hanura ke Dilan secara otomatis menepis klaim yang selama ini dilakukan oleh pihak Munafri Arifuddin (Appi).

Namun, ada sedikit kebimbangan yang ditunjukkan Ketua DPC Hanura Makassar, HM Yunus. Ia menyatakan, selama Deng Ical-Fadli belum mengantongi Surat B1-KWK sebagai syarat mutlak untuk mendaftar ke KPU, konstelasi politik bisa saja berputar arah.

“Saya belum tahu karena namanya situasi politik selalu berubah-ubah, karena tergantung dari DPP tentu di sana sudah bicara dengan ketua-ketua partai dengan yang lain bagaimana posisinya sekarang, jadi ini sudah tingkat tinggi,” kata Yunus, di Gedung DPRD Kota Makassar, Kamis (6/8/2020).

Anggota DPRD Kota Makassar itu tidak bisa menggaransi surat rekomendasi yang dipegang Deng Ical bisa saja berpindah tangan ke kandidat lain.

“Namanya surat tugas boleh saja berpindah, masih bisa. Makanya dari kader bilang bagaimana? Saya katakan jangan dulu, kalau belum B1-KWK, jangan dulu bergerak,” tutur Yunus.

Apalagi, lanjut Yunus, sejak diserahkannya surat rekomendasi tersebut, Deng Ical maupun Fadli belum sekalipun membuka ruang komunikasi dengan DPC Hanura Makassar, itu kemudian memunculkan keraguan dari kedua belah pihak.

Komentar

Loading...