Kejagung Diminta Tetapkan Tersangka Jaksa Pinangki

BERTEMU BURON: Seorang oknum Jaksa perempuan bersama Anita Kolopaking dan seorang laki-laki yang diduga Djoko Soegiarto Tjandra bertemu di luar negeri. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, KALARTA — Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) telah menyerahkan dokumen dugaan penerimaan gratifikasi Jaksa Pinangki Sirna Malasari, kepada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung. MAKI mengharapkan, penyerahan dokumen tersebut dapat ditindaklanjuti Kejagung.

“Sudah menyerahkan dokumen perjalan yang diduga penerimaan gratifikasi Jaksa Pinangki Sirna Malasari,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman dikonfirmasi, Kamis (6/8).

Boyamin menegaskan, penyerahan dokumen diduga penerimaan gratifikasi itu untuk memperkuat sangkaan Kejagung agar dapat menindaklanjutinya. Terlebih, Pinangki telah dicopot dari jabatan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung.

“Betul (untuk memperkuat dugaan tindak pidana) dengan tetap azas praduga tidak bersalah,” cetus Boyamin.

Oleh karena itu, Boyamin menegaskan Jaksa Pinangki tidak hanya harus dicopot dari jabatannya. Menurutnya, Kejagung harus bisa meniru institusi Polri yang tegas menetapkan Brigjen Prasetijo Utomo sebagai tersangka terkait dugaan pemalsuan surat jalan.

“Tidak cukup dicopot dari jabatannya, harusnya dicopot dari PNS dengan tidak hormat. Juga jika nanti ditemukan bukti dugaan gratifikasi, penerimaan janji atau aliran dana, maka sudah seharusnya juga diproses pidana seperti di Bareskrim,” tegas Boyamin.

Kejagung sendiri telah mencopot Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung, Pinangki Sirna Malasari. Pencopotan ini dilakukan lantaran Pinangki melakukan pertemuan dengan terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra.

Komentar

Loading...