Kejari Gowa Diminta Telusuri Aliran Dana LPDB-KUMKM


FAJAR.CO.ID, GOWA– Kejari Gowa diminta usut aliran dana bergulir LPDB-KUMKM. Jangan hanya fokus pada satu tersangka.

Pemilik Koperasi Nur Annisa, Muh Tahir (54) yang ditetapkan sebagai tersangka, diduga memiliki rekanan.

“Paling minimal turut serta. Tidak boleh berhenti di situ. Karena kalau satu tersangkanya, itu agak riskan,” kata Peneliti Anti Corruption Committee (ACC) Sulsel, Ayi, Rabu, 5 Agustus.

Menurutnya, kasus dugaan korupsi tidaklah berdiri sendiri. Apalagi, dana bergulir dari Kementerian Koperasi dan UMKM itu dicairkan tidak langsung ke penerima. Melainkan ke pemda terkait lebih dulu.

Kalau pun disebut digunakan secara pribadi lanjutnya, maka dana tersebut tentu harus dijelaskan. Digunakan membeli apa atau diberikan kepada siapa. “Ini tugasnya Kejari Gowa melihat kembali jaringan pelaku,” bebernya.

Muh Tahir ditahan di Lapas Kelas I Makassar, Senin, 3 Agustus 2020. Diduga menyalahgunakan dana bergulir Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Total Rp500 juta dari anggaran yang dicairkan Rp700 juta pada 2012.

Kajari Gowa, Yeni Andriani, mengatakan, dana bantuan bergulir LPDB-KUMKM itu diperuntukkan untuk simpan pinjam ke masyarakat. Namun ternyata digunakan secara pribadi. “Kami masih mendalami kasusnya,” beber Yeni.

Tersangka disangkakan primair Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat 1 UU RI no 31 tahun 1999 tentang tipikor, sebagaima telah diubah dan ditambah dengan uu ri no 20 tahun 2001 Subsidair pasal 3 jo pasal 18 ayat 1.

Komentar

Loading...