Pasien Covid-19 Kabur, Strain Virus yang Dibawa Lebih Berbahaya

Ilustrasi penanganan pasien covid-19-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, PONTIANAK – Seorang pasien COVID-19 dari Jombang, Jatim, kabur setelah sempat menginap di sebuah hotel di Pontianak, Kalbar.

Namun, petugas berhasil mengamankan pasien COVID-19 inisial Is (42) tersebut, di Puskesmas pembantu (Pustu), Desa Jawa Tengah, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu (5/8) malam sekitar pukul 21.50.

Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Barat Harisson meminta masyarakat yang pernah melakukan kontak dengan is untuk melapor kepada dinas kesehatan setempat.

“Perlu diketahui bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Swabs PCR yang dibawa oleh pasien COVID-19 dari Jombang ini viral load-nya tinggi, mengandung strain virus yang lebih berbahaya dari strain virus yang ada di Kalbar, jadi akan sangat berbahaya bila seseorang kontak dan tertular dari yang bersangkutan.,” kata Harisson di Pontianak, Kamis (6/8).

Untuk itu, pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap siapa saja yang pernah kontak dengan yang bersangkutan, tambahnya. Ia mengimbau kepada masyarakat agar bisa segera melaporkan k dinas kesehatan, jika pernah melakukan kontak dengan Is.

Harisson menambahkan, Is berhasil diamankan oleh petugas kesehatan di Puskesmas pembantu (Pustu), Desa Jawa Tengah, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, sekitar pukul 21.50 malam tadi. “Saat ini, pasien tersebut sudah berada di rumah isolasi yang ada di Kota Pontianak,” kata Harisson.

Secara tepisah, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan, mengatakan Is ditemukan oleh petugas kesehatan Pustu Jawa Tengah, Sri Mulyani berdasarkan informasi dari masyarakat.

“Mendapatkan informasi tersebut, saya didampingi Kapolsek Ambawang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak dan beberapa petugas medis, langsung meluncur ke lokasi. Rencananya tadi malam mau kita isolasi di Rasau Jaya. Namun, setelah berkoordinasi dengan Dinkes Kalbar dan Dinkes Kota Pontianak, akhirnya yang bersangkutan di isolasi di Kota Pontianak,” kata Marijan.

Terkait hal tersebut, pihaknya akan segera melakukan penelusuran kontak dari Is, untuk mencegah penularan COVID-19 di Kubu Raya.Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji meminta pihak Bandara lebih memperketat pengawasan di Bandara. “Bandara harus ketat dalam menaati peraturan yang telah diberlakukan. Dan saya juga telah menegur petugas KKP,” kata Sutarmidji.

Dirinya menyesalkan keteledoran maskapai yang membiarkan penumpang dengan COVID-19 terbang ke daerah lain. Untuk itu, pihaknya akan semakin memperketat pintu masuk ke Kalbar untuk mencegah orang terinfeksi masuk ke provinsi tersebut. (ant/jpnn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...