Pengakuan SU dan MA Berbuat Terlarang di Warkop, Jika Ramai Bisa Dapat Rp1 Juta

Salah seorang warga yang diamankan satpol pp-- radarngawi

FAJAR.CO.ID, NGAWI — Praktik prostitusi berkedok warung kopi (warkop) di Desa Dawung, Jogorogo, ternyata masih menggeliat. Rabu (5/8) Satpol PP Ngawi mengamankan dua pasangan bukan muhrim asyik indehoi di warkop desa setempat. ‘’Sebelumnya ada warga yang melapor ke kami,’’ kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Ngawi Arif Setiono.

Arif menuturkan, razia kali ini menyasar tiga warkop. Namun, hanya dua yang diketahui masih menyediakan layanan esek-esek. ‘’Yang jelas, aktivitas prostitusi di tempat berkedok warung itu ternyata masih ada,’’ ungkapnya.

Kedua PSK yang diamankan kali ini adalah SU, 35, asal Desa Karangrejo, Kendal; dan MA, 40, dari Kerek, Ngawi. PSK yang terjaring mengaku dibayar Rp 130 ribu sekali ’’servis’’. Dari jumlah itu, pemilik warung mendapat bagian Rp 10 ribu-Rp 20 ribu. ‘’Pengakuannya jika sedang ramai sehari bisa dapat Rp 1 juta,’’ kata Arif.

Dia menyayangkan sikap pemerintah desa setempat yang seolah membiarkan praktik prostitusi terus berlangsung. Sebagai pemangku wilayah, seharusnya mereka bertindak tegas karena dapat merusak citra desa setempat. ‘’Paling tidak, mengingatkan warganya agar tidak memfasilitasi praktik prostitusi,’’ tuturnya.

Menyikapi masih adanya praktik prostitusi di Dawung, Arif mengaku bakal mengundang pemilik warung, kepala desa, dan tokoh masyarakat setempat. ‘’Kami sudah sering merazia, bahkan pernah menutup warung dan meminta pernyataan tidak mengulangi lagi. Tapi kenyataannya masih terjadi,’’ pungkasnya. (jpg/fajar)

Komentar

Loading...