Protes Penambangan Pasir Laut, Nelayan Diintimidasi Preman Bayaran

Perwakilan nelayan Kodingareng saat jumpa pers bersama Walhi Sulsel. (Ishak/Fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Nelayan asal pulau Kodingareng Lompo risih dengan kehadiran preman di sana. Mereka seakan-akan dimata-matai oleh orang tersebut.

Saat berkunjung di pulaunya itu, orang itu kerap mencari informasi kepada nelayan, soal alat yang dipakai nelayan saat berunjuk rasa di lokasi tambang pasir milik PT Boskalis.

“Ada orang datang ke situ. Preman itu cari informasi apa yang dibawa nelayan kalau pergi demo itu PT Boskalis. Namun memang alat demo kami hanya bensin yang diisi ke botol,” kata seorang nelayan, Suwandi, 36 tahun, Kamis (6/8/2020).

Bahkan preman yang berjumlah tiga orang itu sempat memperingati para nelayan, agar berhati-hati saat menggelar unjuk rasa.

Dari ucapan itu, kata Suwandi, dianggap ancaman dari preman yang tersebut, yang diduga adalah orang bayaran dari perusahaan tambang pasir asal Belanda itu.

“Bahkan dia perintahkan berhati-hati nelayan kalau pergi demo. Warga diteror. Ada tiga orang preman yang diduga orang bayarannya PT B. Mereka datang berkali-kali. Terakhir datang waktu tanggal 4 Agustus 2020 kemarin,” jelasnya.

Para nelayan memang kerap menggelar aksi unjuk rasa kepada PT Boskalis yang dianggap merusak ekosistem laut, dan mengurangi hasil tangkapan ikan tenggiri para nelayan.

Kata dia, air laut menjadi keruh dan karang yang dijadikam tempat tinggal para ikan hancur akibat aktifitas tambang di laut Kota Makassar itu.

Komentar

Loading...