Reshuffle Solusi Jauhi Resesi, Fondasi Ekonomi Bergeser ke Daerah

Grafis EKonomi Sulsel

Kondisi itu membuat komsumsi menjadi rendah. Dan berdampak pada mata rantai di sektor lain. “Orang lebih utamakan kebutuhan pokok dan menahan komsumsi lain. Misalnya menahan diri untuk tidak transportasi udara,” katanya.

Kebijakan stimulus pemerintah yang lambat, diakuinya, ikut mempengaruhi. Ia menilai masalah saat ini bukan karena Serapan yang rendah. Tetapi, karena anggarannya yang belum ada. Uangnya di mana dan sumber dana dari mana. “Apakah harus utang. Dan cetak uang tidak mungkin. Risikonya besar,” katanya.

Di sisi lain, kata dia, pelaksanaan stimulus tidak bisa langsung dieksekusi. Masih terkendala aturan dan pengawasan yang tidak jelas. Kuncinya, agar bisa bangkit harus kembali ke sumber pembiayaan. Harus diperjalas karena belum terlihat. Misalnya bantuan sosial yang belum banyak cair. Sehingga itulah komsumsi masih rendah.

“Salah satu langkah penyelamatan terbaik, adalah dengan reshuffle. Banyak menteri hanya jago strategi, tetapi tidak bisa aksi,” katanya.

Karena itu, menurutnya, agar bisa menjalankan stimulus pemerintah, diperlukan sosok yang ahli. Tidak sekadar strategi, tetapi juga aksi. Fakta sekarang, menteri banyak mengeluarkan stimulus, tetapi ragu. Sebaliknya aksi, tetapi yang strategis disingkirkan. “Karena kondisinya bukan lagi ekonomi. Tetapi, kepentingan politik,” katanya.

Langkah lainnya adalah fokus pemerintah tidak boleh bercabang. “Harus fokus pemulihan ekonomi saja. Program pindah Ibukota ditahan dahulu,” pintanya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar