Reshuffle Solusi Jauhi Resesi, Fondasi Ekonomi Bergeser ke Daerah

Grafis EKonomi Sulsel

Sementara itu, pakar ekonomi, Madjid Sallatu menilai kondisi ekonomi nasional sudah menyusut cukup besar. Sehingga dikatakan berada dalam jurang resesi. Sejak semester II 2019 sampai triwulan II 2020, sudah cukup banyak upaya dan kebijakan ekonomi yang telah dilakukan oleh pemerintah. Karena itu ada dua yang bisa disimpulkan.

Pertama, upaya dan kebijakan ekonomi tidak efektif. Kedua, semua hasilnya benar-benar sudah tergerus pandemi covid-19. Implikasinya, terutama dalam mengantisipasi dampak covid-19 yang mungkin masih akan berlangsung satu sampai dua tahun ke depan, diperlukan koreksi menyeluruh atas kebijakan.

Artinya, kata dia, tidak lagi menggunakan cara pandang kebijakan seperti yang digunakan selama ini. Konkritnya, harus dipetakan sektor dan aktivitas ekonomi yang masih mampu menciptakan nilai tambah ekonomi. Sebab, tampaknya tatanan-nya ikut berubah signifikan.

Diduga kuat, fondasi ekonomi nasional bergeser ke wilayah atau daerah. Dan ini yang kurang diperhatikan. Bahkan sebelum adanya pandemi covid-19, selalu mengandalkan skala ekonomi besar yang kenyataannya sangat dalam keterpurukannya. “Inilah yang keras teriakannya untuk mendapatkan dukungan dan fasilitas kebijakan,” katanya.

Padahal, menurutnya, akan sangat menyulitkan bagi pemerintah yang kemampuannya mulai terbatas. Berbeda di wilayah atau daerah. Masih ada rumah tangga produktif yang bergerak menciptakan nilai tambah. Memang kecil-kecil, tetapi secara kumulatif cukup signifikan.

Karena itu, ia berharap, sepatutnya perhatian upaya dan kebijakan ekonomi nasional bisa langsung menyentuh rumah tangga produktif itu. Di mana, umumnya mereka beraktivitas di sektor pertanian. Dalam kondisi sekarang tatanan dan penguatan struktur ekonomi nasional perlu direorientasikan ke arah itu.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar