Sisa 1 Minggu, Bawaslu Sebut Masih Ada Kendala Lapangan Tahapan Coklit


FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Kurang lebih 1 pekan, pelaksanaan tahapan coklit akan berakhir. Diketahui hasil pengawasan pelaksanaan coklit di 12 kabupaten/kota di Sulsel berlangsung dari tanggal 15 sampai 13 Agustus 2020.

Komisioner Bawaslu Sulsel, Syaiful Jihad mengatakan masih ada beberapa catatan dan kendala yang dihadapi, termasuk keterbatasan personil pengawas dan keputusan KPU RI terkait dokumen daftar calon pemilih (A.KWK) yang akan dicoklit oleh PPDP, tidak diberikan kepada Pengawas Pemilihan.

“Sehingga untuk membantu menganalisis dan memastikan pemilih yang ada di A.KWK akurat, mutakhir dan komprehensif tidak bisa dilakukan,” ucapnya.

Padahal, kata dia, dengan keterbukaan dokumen data pemilih yang akan dicoklit justru akan membuat daftar pemilih semakin baik, berkualitas, clear dan clean dari data pemilih yang tidak valid.

Meski Pengawas Pemilihan tidak memiliki data daftar pemilih yang dicoklit, namun Syaiful mengaku, ada beberapa catatan hasil pengawasan yang diperoleh di lapangan seperti masih ditemukan pemilih yang tidak memenuhi syarat yang masih terdaftar dalam A.KWK dan lain sebagainya.

Bahkan, kata dia, kendala di lapangan juga mempengaruhi persepsi masyarakat atas proses coklit yang menganggap pengawas sebagai petugas bantuan sosial.

“Sehingga pemilih enggan untuk dicoklit karena merasa berulang pendataan tetapi bantuan sosial belum diterima,” bebernya.

Kendati demikian, secara umum, proses coklit telah berjalan. Bahkan, dda kecamatan yang jumlah pemilih di masing-masing TPS tidak banyak telah rampung.

Komentar

Loading...