Temukan Guru Berkeliaran di Warkop, Disdikbud Wajo : Kita Kembali Masuk Sekolah

ILUSTRASI: Ilustrasi guru pendamping khusus. (RadarKediri/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Pendidik dan tenaga kependidikan kini dilarang berkeliaran. Maka dari itu, kegiatan belajar mengajar sistem daring, mesti dilaksanakan di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wajo Faisal mengatakan, kebijakan tersebut diterapkan berdasarkan laporan dan temuan di lapangan, di tengah masa belajar di rumah dengan metode virtual.

“Tidak sesuai kenyataan. Bukannya mengajar online di rumah tetapi ada di warkop, sampai ada di Makassar. Mereka berkeliaran,” ujarnya, Kamis, 6 Agustus.

Perilaku tersebut bertolak belakang dengan tujuan diberlakukannya masa belajar di rumah, guna mengantisipasi penularan pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) di Wajo.

Sehingga, kata Faisal, pendidik dan tenaga kependidikan dalam lingkup satuan pendidikan melakukan aktivitas di sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan. Namun peserta didik tetap dirumahnya menerima pelajaran secara online.

“Makanya kami tarik masuk sekolah. Tetapi itu juga aturannya, diantaranya batas waktu disekolah serta batas usia pendidik dan tenaga kependidikan diperbolehkan ke sekolah,” tuturnya.

Untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pembelajaran berlangsung mulai dari pukul 08.00 sampai 11.00, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga pukul 12.00.

Berdasarkan data himpun FAJAR.CO.ID, Satuan pendidikan dilingkup Disdikbud Wajo terdiri PAUD sebanyak 181 sekolah, SD 397 sekolah, dan SMP 74 sekolah.

“Mereka (guru, red) diawasi langsung oleh Kepsek dan pengawas sekolah masing-masing,” tegasnya. (man)

Komentar

Loading...