Viral! Emak-emak Berdaster Nyolot Menolak Dicoklit KPU, Singgung Pemerintah Soal Bantuan


FAJAR.CO.ID, GOWA – Raut wajah ibu ini tampak emosi. Dia yang menggunakan baju daster dan memegang selembar KK di tangan kanannya, marah ke petugas KPU Kabupaten Gowa.

Ibu ini berkali-kali menunjuk ke arah petugas KPU dengan nada suara tinggi menolak dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit). Sementara petugas itu tampak diam bagaikan terpaku di tempat duduknya itu.

Petugas tersebut pun tak bisa melawan. Apalagi memotong pembicaraan ibu yang sudah tersulut emosi. Dari mulutnya, terdengar kalimat yang sulit dibantah oleh petugas.

Emak-emak tersebut menolak dicoklit oleh petugas. Lantaran seluruh bantuan dari pemerintah, selama ini tak pernah dia rasakan.

Justru emak ini menganggap, pemerintah seakan-akan hanya membutuhkan rakyat saat ada kepentingan politik jelang Pilkada saja.

“Kalau pemerintah yang butuh, datang ke sini (rumah warga). Kalau masyarakatnya yang butuh, dia (pemerintah) cari saya?,” tanya emak itu kepada petugas coklit di depannya.

“Semua tetangga saya dapat bantuan. Saya tidak ada. Hanya pemerintah yang mau hidup saja,” sambungnya dalam bahasa daerah setempat.

Usai mengucapkan kata yang menyakitkan itu, emak-emak itu pun masuk ke rumahnya dengan rasa jengkel.

Sementara petugas coklit yang duduk tadi, batal mendata emak-emak itu. Seluruh berkas yang telah ia siapkan untuk mendata pun, dirapikan lalu disimpan baik-baik.

Komentar

Loading...