Destinasi Wisata Perlahan Dibuka, Dinas Pariwisata Targetkan Wisatawan Lokal

ILUSTRASI. Wisatawan lokal di salah satu tempat wisata di Desa bissloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa. EDY ARSYAD/ FAJAR.CO.ID

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Sejak awal Maret 2020, kondisi pariwisata di Indonesia khususnya Sulawesi Selatan drastis anjlok.

Hal itu disebabkan, terbatasnya pergerakan wisatawan lokal maupun mancanegara di sektor pariwisata, bahkan sempat ditutup karena pandemi Covid-19.

Kendati demikian, melihat kondisi saat ini dalam menyambut kebijakan new normal, beberapa destinasi wisata mulai dibuka secara bertahap. Namun target pengunjung hanya diperuntukan bagi wisatawan lokal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulsel, Denny Irawan, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, beberapa negara masih memperketat pergerakan keluar masuk wisatawan di negara masing-masing, termasuk Indonesia.

“Hal itu sebagai salah satu cara untuk mengaktifkan ekonomi. Kita buka perlahan untuk wisatawan lokal dulu, kita tidak berharap wisatawan mancanegara masuk karena sangat ketat antar negara,” ucapnya.

Denny menuturkan, wisata yang dibuka di beberapa Kabupaten Kota di Sulawesi Selatan, hanya diperuntukkan bagi daerah yang masuk dalam zona hijau. Sementara yang zona merah, kata dia sebaiknya berhati-hati.

“Pak menteri sudah lakukan aktivasi pariwisata tapi tidak semua daerah, kalau masih ada zona merah harus hati-hati. Kita tetap lihat kondisi daerahnya,” lanjutnya.

Ia menekankan, pembatasan pengunjung harus dilakukan, misal dengan kapasitas 1000 pengunjung seharusnya dikurangi maksimal setengahnya. Protokol kesehatan juga harus diperketat.

“Saya sudah berkoordinasi seluruh stakeholder mulai teman-teman di daerah, PHRI, ASITA agar pembukaan destinasi wisata ini harus mengutamakan protokol kesehatan, dan kedua adalah kesiapan SDM,” ungkap Denny.

Komentar

Loading...