Pasien Positif Covid-19 Keluyuran, Didenda Rp50 Juta atau Penjara

Pasien COVID-19 bunuh diri. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Foto: ANTARA/HO

FAJAR.CO.ID, MATARAM-Pasien positif Covid-19 wajib menjalani isolasi secara ketat. Jika pasien positif Covid-19 tersebut terbukti keluyuran sebelum dinyatakan sembuh dipastikan akan dipidana.

“Ketentuan pidana dalam Perda menyebut, dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta,” kata Kepala Biro Hukum Setda NTB H Ruslan Abdul Gani, Kamis (6/8).

Dia menjelaskan, tujuan Perda yang mengatur sanksi dan denda bagi pelanggar protokol kesehatan hanya ingin membuat warga sadar pentingnya disiplin protokol kesehatan.

”Perda ini berlaku bagi semua daerah di NTB,” katanya, saat sosialiasi perda secara daring melalui aplikasi Smeton, kemarin.

Perda yang telah diundangkan, kata Ruslan, wajib dilaksanakan semua pemda kabupaten/ kota. ”Daerah tidak perlu buat perda baru lagi,” katanya.

Selanjutnya, pelaksanaan Perda akan diatur lebih teknis di peraturan gubernur yang sedang digodok. ”Penerapan di lapangan pun akan dilakukan bertahap,” jelasnya.

Ruslan menegaskan, selain sanksi pidana dan denda akan dikenakan bagi pelanggar, akan diatur pula sanksi bagi penyebar berita palsu atau hoax.

”Untuk berita palsu atau hoax juga dalam Pergub akan diatur lebih detil,” katanya.

Sementara itu, Pemprov NTB diminta tidak setengah-tengah dalam menerapkan Perda terkait pengendalian penyakit menular yang sudah disahkan DPRD dan kini sedang dievaluasi Kementerian Dalam Negeri.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...