Terus Bergulir, Polisi Bidik Penghapus Red Notice Djoko Tjandra

Jumat, 7 Agustus 2020 13:34

Djoko Tjandra-Brigjen Prasetijo Utomo

Dugaan tindak pidana dalam kasus ini, yakni pemberian dan penerimaan hadiah terkait penghapusan red notice yang terjadi sekitar Mei hingga Juni 2020.

Para pelaku akan dijerat Pasal 5 ayat 1 dan Pasal 2, Pasal 11, Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 KUHP.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mencopot tiga petinggi Polri dalam perkara terbitnya surat jalan, penghapusan red notice, surat jalan dan surat sehat bebas COVID-19 atas nama Joko Tjandra.

Tiga perwira tinggi yang dicopot itu adalah masing Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo (kini berstatus tersangka dan ditahan, Red), Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Nugroho Wibowo.

Selain itu, penyidik Bareskrim Polri juga menetapkan Anita Dewi Anggraeni Kolopaking sebagai tersangka dalam kasus surat jalan palsu yang diterbitkan Brigjen Pol Prasetijo Utomo. Anita adalah salah satu kuasa hukum Djoko Tjandra. Dia disangka dengan Pasal 263 (2) dan Pasal 223 KUHP.

Bagikan berita ini:
1
6
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar