Dugaan Pencabulan Santri di Makassar, Gurunya Belum Ditahan Polisi

ILUSTRASI Kasus pencabulan terhadap anak. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus dugaan pencabulan terhadap beberapa santriwati di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, masih didalami polisi.

Keluarga korban, Erni Bahri, yang sempat mencurahkan kesedihannya ke media sosial menyesalkan aksi terlarang guru itu.

Dia yang selama ini mengajarkan anaknya tentang ilmu agama, justru mengalami hal pelecehan seksual di tempat mengaji anaknya itu.

Dan semenjak itu, hingga kini polisi belum menahan guru dari korban yang diduga telah melakukan perbuatan tak senonoh itu, kepada anak di bawah umur, yakni masih berkisar sembilan tahun.

“Masih dilakukan penyelidikan dan kami perkuat bukti-buktknya dulu, lalu gelar perkara secepatnya,” kata Kanit PPA Polrestabes Makassar, AKP Ismail, kepada fajar.co.id, Sabtu (8/8/2020).

Sayangnya, perwira tiga balok ini belum bisa menjelaskan lebih dalam terkait kasus yang sementara dia selidiki saat ini.

Pihaknya megupayakan visum terhadap korban untuk membuktikan bahwa kejadian itu membekas, dan pernah terjadi.

Sementara itu, Erni Bahri dalam postingannya mengatakan, guru itu sudah dia anggap sebagai predator anak. Dia mengatakan hal demikian karena sudah tersulut emosi.

“Kejadiannya di tempat mengaji korban. Tidak hanya sekali. Si anak kecil berusia sembilan tahun dimangsa oleh predator seksual,” tulis Erni.

Kini postingannya telah dibagikan sebanyak 123 kali dan sudah ada sekitar ratusan komentar akibat perbuatan yang ditengarai dilakukan oleh oknum guru mengaji itu. (Ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar