Merugikan dan Ancam Perairan Indonesia, Emil Salim Desak Jokowi Setop Izin Ekspor Benih Lobster


FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ekonom senior Emil Salim meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan menghentikan ekspor benih lobster.

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden itu menilai, kebijakan ekspor benih bening lobster justru berpotensi mengancam kesejahteraan kelompok nelayan kecil. Di samping itu, ekspor benih bening lobster dalam skala masif juga bisa berakibat pada kepunahan lobster itu sendiri di perairan Indonesia.

Hal tersebut dipaparkan Emil di laman Twitter pribadinya @emilsalim2010. Dalam kicauannya, ia menyebut Permen KP no:12/2020 tgl.4/5/2020 yang mengizinkan 318 juta ekor benih bening lobster diekspor justru akan merugikan negara.

“Sejalan dengan penolakan PP Muhammadiyah & PBNU, saya mohon Presiden @jokowi membatalkan Permen KP no:12/2020 tgl.4/5/2020 yang mengizinkan 318 juta ekor benih bening lobster diekspor 3 bulan dalam rangka ekspor 365 juta per thn selama 3 tahun ke depan yang rugikan RI,” cuit Emil, Sabtu (8/8/2020).

Izin ekspor benih bening lobster, lanjut Emil, tentu bukan suatu keberpihakan pada nelayan kecil. Kebijakan itu hanya menguntungkan eksportir kelas kakap yang mengekspor kepada kompetitor di luar negeri.

“Mengizinkan ekspor benih bening lobster mengurangi kesempatan nelayan, pengembang lobster nasional menaikkan nilai tambah lobster serta hasil pendapatannya. Semata-mata demi keuntungan eksportir mengekspor benih lobster pada kompetitor kita di luar negeri,” ungkap Emil.

Komentar

Loading...