Covid-19 Tumbuh Subur di Perkantoran, Angka Rt Kembali ke Satu

Petugas medis mengambil sampel darah pada saat melakukan rapid test Covid-19. Berdasar data Worldometers, kasus positif Covid-19 di Indonesia telah melampaui Tiongkok (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pencegahan infeksi baru coronavirus desease 2019 (covid-19) di Sulsel jadi atensi. Per, Minggu, 9 Agustus, angka Reproduksi Efektif (Rt) kembali ke angka satu.

Penyebabnya adalah lemahnya penegakan disiplin protokol kesehatan. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) belum maksimal. Sehingga high contact antarkaryawan dan konsumen masih tinggi.

Ketua Tim Konsultan Pengendalian Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin mengatakan, tingkat kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan rendah dan bersifat eksternal force belum muncul sebagai sebuah kesadaran pribadi untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan covid-19.

Dalam dua hari ini, kata dia, sudah sesuai prediksi. Di mana, kasus bakal meningkat sesuai laju insidensi. Begitu pun transmisi lokal yang terjadi.

“Yang makin mengkhawatirkan laju insidensi yang terukur dari positif rate Sulsel saat ini meningkat ke angka 16 persen,” paparnya kepada FAJAR, kemarin.

Data terbaru, kasus terkonfirmasi Sulsel ada 90 kasus positif. Sebarannya ada di delapan daerah. Hasil itu pula membuat kajian pemetaan belum ada daerah ke zona kuning.

Tidak hanya itu, estimasi peredaran covid-19 pada kelompok umum, 40 persen tanpa gejala. Empat orang sudah terpapar covid-19 per 10 orang. Angka ini menunjukan penyakit itu tumbuh subur di dalam komunitas.

Karena itu, tingkat pencegahan infeksi baru dilakukan dengan meningkatkan kepedulian warga untuk penegakan disiplin protokol kesehatan. Langkahnya dengan mereaktifasi peran dasawisma, RT, RW, dan posyandu.

Komentar

Loading...