Covid-19 Tumbuh Subur di Perkantoran, Angka Rt Kembali ke Satu

Senin, 10 Agustus 2020 14:52

Petugas medis mengambil sampel darah pada saat melakukan rapid test Covid-19. Berdasar data Worldometers, kasus positif Covid-19 di Indonesia telah melampaui Tiongkok (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pencegahan infeksi baru coronavirus desease 2019 (covid-19) di Sulsel jadi atensi. Per, Minggu, 9 Agustus, angka Reproduksi Efektif (Rt) kembali ke angka satu.

Penyebabnya adalah lemahnya penegakan disiplin protokol kesehatan. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) belum maksimal. Sehingga high contact antarkaryawan dan konsumen masih tinggi.

Ketua Tim Konsultan Pengendalian Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin mengatakan, tingkat kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan rendah dan bersifat eksternal force belum muncul sebagai sebuah kesadaran pribadi untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan covid-19.

Dalam dua hari ini, kata dia, sudah sesuai prediksi. Di mana, kasus bakal meningkat sesuai laju insidensi. Begitu pun transmisi lokal yang terjadi.

“Yang makin mengkhawatirkan laju insidensi yang terukur dari positif rate Sulsel saat ini meningkat ke angka 16 persen,” paparnya kepada FAJAR, kemarin.

Data terbaru, kasus terkonfirmasi Sulsel ada 90 kasus positif. Sebarannya ada di delapan daerah. Hasil itu pula membuat kajian pemetaan belum ada daerah ke zona kuning.

Tidak hanya itu, estimasi peredaran covid-19 pada kelompok umum, 40 persen tanpa gejala. Empat orang sudah terpapar covid-19 per 10 orang. Angka ini menunjukan penyakit itu tumbuh subur di dalam komunitas.

Karena itu, tingkat pencegahan infeksi baru dilakukan dengan meningkatkan kepedulian warga untuk penegakan disiplin protokol kesehatan. Langkahnya dengan mereaktifasi peran dasawisma, RT, RW, dan posyandu.

“Cukup masif. Sekarang namanya itu elitis klaster kantor. Perkembangan (kasus) di perkantoran telah mengalami peningkatan kasus,” jelasnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Prof Syafri Kamsul Arif mengindikasikan progres pengendalian yang on the track tetap berjalan.

“Harus ditegaskan saat ini, paling tidak beberapa indikator bergerak ke indeks yang membaik,” kata Direktur RS Unhas itu.

Angka kesembuhan yang semakin meningkat pada kisaran 65 persen. Angka kematian stabil di tiga persen. “Jadi kesadaran individu untuk membangun pemahaman kelompok perlu makin ditingkatkan,” tuturnya.

Sementara itu berdasarkan laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, kasus positif bertambah 1.893. Sehingga total kasus positif covid-19 menjadi 125.396 orang. Adapun jumlah pasien sembuh bertambah 1.646 menjadi 80.952 orang. Adapun angka kasus kematian bertambah 65, menjadi 5.723 orang.

Staf Khusus Menteri Kesehatan, Mariya Mubarika mengatakan, pihaknya mendeteksi ada 802 klaster penyebaran covid-19 di Indonesia. Klaster itu ditracing setiap hari menggunakan big data yang dimiliki Kemenkes.

“Tracing kami terhadap klaster-klaster di Indonesia sudah ada 802 klaster. Data terakhir, 8 Juli di RSUD Sultan Sulaiman Serdang Bedagai. Terbesar masih Secapa Polri,” paparnya.

Pada Klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) di Kota Bandung, Jawa Barat terkonfirmasi 1.308 orang yang positif COVID-19 yang terdiri dari siswa dan pelatih Secapa AD. Meski kasus terkonfirmasi covid-19 di Indonesia terus bertambah, orang yang dirawat di rumah sakit sedikit. Dalam kurun waktu tiga bulan Juni-Agustus hanya ada 17 ribu pasien.

“Di Indonesia, saya masukkan data dari rumah sakit online kira-kira 8 Agustus kemarin. Jadi dari ruang isolasi dan ICU kita masih banyak ya, walaupun kasus kita meningkat tinggi tapi yang dirawat di RS tidak tinggi, nah dalam 3 bulan juga Juni, Juli, Agustus kasus yang dirawat 17 ribuan, walaupun kasus terakhir yang positif itu sangat banyak,” jelasnya. (sal-fin/abg/fajar)

Bagikan berita ini:
8
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar