Tingkatkan Kompetensi Guru, Dosen UNM Buat Pelatihan Publikasi Ilmiah


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Upaya mengatasi rendahnya kompetensi guru dalam melakukan publikasi ilmiah hingga berakibat mandeknya karier guru karena tidak mampu memenuhi syarat kenaikan pangkat. Dua dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNM, yakni Dr Muhammad Rapi dan Dr Sultan mengadakan pengabdian berbasis karya ilmiah.

Meski di tengah pandemi covid-19 kedua dosen tersebut tetap mengadakan pelatihan publikasi ilmiah berbasis aplikasi pembelajaran bersama dengan guru-guru di yang ada di Kecamatan Lembang, Pinrang.

Hal itu diakui Prof Muhammad Rapi selaku ketua tim. Menurutnya, hal publikasi ilmiah ini penting untuk bagi siapa saja yang bergelut di dunia akademik, termasuk guru-guru.

“Melalui proses identifikasi dan pendataan pada kelompok mitra, kami menemukan bahwa rendahnya pengetahuan dan keterampilan publikasi serta kurangnya motivasi peserta terkait adanya publikasi ilmiah,” terang dosen yang saat ini menjabat Ketua Prodi S3 Pascasarjana Bahasa Indonesia.

Lebih lanjut, Prof Muhammad Rapi menerangkan bahwa pelatihan peningkatan kompetensi ilmiah bagi guru dibagi dalam beberapa subbagian kegiatan yakni, pelatihan penulisan karya publikasi ilmiah, pendampingan kegiatan, kegiatan mandiri dalam melakukan penulisan naskah publikasi ilmiah, pendampingan kegiatan publikasi secara tatap muka, dan pendampingan penerbitan karya publikasi ilmiah.

Sementara itu, Dr Sultan memaparkan secara khusus, guru yang berada di Kecamatan Lembang yang menjadi mitra kegiatan pengabdian ini berjumlah 656 orang. Hanya saja, baru sebagian yang mengikuti kegiatan ini.

“Ada 656 guru tersebar pada jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sekolah menengah kejuruan di lokasi itu, tapi baru beberapa kami ikutkan pelatihan,” terang Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini, Senin (10/8/2020).

Lebih jauh, Juri Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) di Bali ini menjelaskan bahwa ke depan bersama dengan timnya akan terus mendorong kompetensi ilmiah para guru-guru sebagai bagian dari peningkatan daya saing, penerapan IPTEK, dan perbaikan tata nilai masyarakat.

“Pelatihan ini bukan hanya akan berakhir melalui pemberian materi via zoom. Akan tetapi, kami akan terus melakukan pendampingan kepada guru-guru terus hingga mereka mahir,” tutupnya. (ikbal/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...