Bupati dan Sekda Jadi Tersangka Dugaan Kasus Ujaran Kebencian


FAJAR.CO.ID, SUMBAR — Polda Sumbar menetapan dua orang tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian. Tak tanggung-tanggung, yang menjadi tersangka adalah bupati dan sekretaris daerah (Sekda). Mereka adalah Bupati Agam Indra Catri dan Sekda Martias Wanto.

“Sudah P-21,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto kepada wartawan, seperti lansir Padek.co, Selasa (11/8).

Kombes Stefanus Satake Bayu menjelaskan, penetapan status tersangka kedua pejabat publik tersebut setelah penyidik melakukan pendalaman terhadap 18 saksi ahli. Mereka terdiri atas saksi IT, ahli bahasa, kriminolog dan labfor.

Adapun dugaan kasus ujaran kebencian yang dilakukan Indra Catri dan Martias Wanto yakni terhadap Mulyadi, anggota DPR Fraksi Partai Demokrat.

Baca juga: Jalan Amblas di Kelok 10, Jalur Kelok 44 Agam Ditutup

Kasus itu bermula dari laporan pendukung Mulyadi, No: LP/191/V/2020/SPKT-SBR tertanggal 4 Mei 2020. Dalam laporan itu, pendukung Mulyadi menyebut ada pencemaran nama baik terhadap Mulyadi di media sosial.

Lantas dari laporan itu, penyidik menangkap tersangka yakni Eri Syofiar, Robi Putra, dan Rozi Hendra . Eri Syofiar dana Robi Putra ditangkap di Kabupaten Agam. Rozi Hendra ditangkap di Padang pada pertengahan Juni lalu.

Ketiga tersangka memiliki peran berbeda-beda. Eri Syofiar yang membuat akun palsu di facebook dengan nama Mar Yanto. Lalu tersangka Robi Putra yang bertugas mengunggah konten, dan tersangka Rozi Hendra yang memasok foto.

Komentar

Loading...