Covid-19 Belum Mereda, Sektor Pariwisata Sulsel Berada di Titik Nadir

Ilustrasi objek wisata di Sulsel

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Sektor pariwisata Sulawesi Selatan berada di titik nadir. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel tercatat pada bulan Juni 2020 tidak ada kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulsel.

Menurunnya kinerja sektor pariwisata tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di negara-negara lain. Penutupan batas kota atau negara dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 mengakibatkan tidak beroperasinya banyak rute penerbangan sehingga aktivitas pariwisata pun mandek.

“Pada bulan Juni 2020 tidak ada kunjungan wisman ke Sulsel. Hal ini disebabkan kebijakan pembatasan perjalanan ke berbagai negara dan daerah di Indonesia sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelas BPS Sulsel melalui keterangan resmi, Senin (10/8/2020).

Nihilnya kunjungan wisatawan berimbas pada sektor perhotelan. Lihat saja pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Sulawesi Selatan pada Juni 2020 turun 7,30 poin.

“Jika dibandingkan dengan TPK pada Mei 2020, yaitu dari 26,28 persen pada Mei 2020 menjadi 18,98 persen pada Juni 2020,” sambungnya.

Sementara bila dibandingkan dengan Juni 2019 (43,33 persen), TPK hotel Klasifikasi bintang pada bulan Juni 2020 turun 24,35 poin.

BPS juga mencatat, rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik pada hotel klasifikasi bintang di Sulawesi Selatan selama Juni 2020 masing-masing adalah 5,80 hari dan 1,78 hari. (endra/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...